Select your Top Menu from wp menus

Disdukcapil Cianjur Mencatat 17 TKA Yang Memiliki e-KTP Dengan Kewarganegaraan Beragam

Disdukcapil Cianjur Mencatat 17 TKA Yang Memiliki e-KTP Dengan Kewarganegaraan Beragam – Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Jawa Barat, mencatat ada jadwal 17 Masyarakat Negara Asing (WNA) yang udah mempunyai KTP elektronik. Data itu udah diserahkan ke KPU Cianjur buat meminimalkan kekeliruan dalam penerapan pemilu 2019. Lantaran, WNA itu tdk di ijinkan masuk dalam Jadwal Pemilih Masih (DPT) serta ikuti penerapan Pemilu.

Kadisdukcapil Cianjur Sidiq el-Fatah menuturkan data itu dikasihkan menjadi pegangan KPU untuk penerapan pemilu. Kendati udah mempunyai KTP, akan tetapi WNA tdk mendapat hak pilih seperti masyarakat biasa.

“Sehubungan kepemilikan KTP, ia memaparkan udah ditata dalam Undang-Undang nomer 24/2013 terkait Administrasi Kependudukan, pasnya kasus 63 ayat 1,” ujarnya seperti diberitakan Pada, Selasa (26/2).

Pihaknya mencatat ada 17 TKA yang mempunyai e-KTP dengan kewarganegaraan beraneka. Dimulai dari China, Singapura, Prancis serta beberapa negara yang lain.

“Jadwal nama serta alamat tempat tinggalnya udah tertera di dalamnya,” kata Sidiq.

Berpedoman pada Undang-Undang nomer 24 tahun 2013 terkait pergantian atas UU nomer 23 tahun 2006 terkait administrasi kependudukan, dijelaskan kalau WNA di ijinkan mempunyai e-KTP. Ini tertera dalam Kasus 63 serta Kasus 64 UU itu. Dalam Kasus 63 ayat 1. Akan tetapi mesti penuhi peryaratan mempunyai izin tinggal masih.

“Masyarakat Masyarakat Negara Indonesia serta Orang Asing yang mempunyai Izin Tinggal Masih yang udah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau udah kawin atau sempat kawin perlu mempunyai KTP-el.”

Didukung pada ayat 4 yang menuturkan kalau “Orang Asing sama seperti disebut pada ayat (1) perlu memberikan laporan perpanjangan waktu laku atau ganti KTP-el terhadap Lembaga Pelaksana sangat lamban 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal waktu laku Izin Tinggal Masih selesai.”

Dan di Kasus 64 ayat a serta b, diterangkan kalau KTP elektronik buat WNI waktu berlakunya seumur hidup. Dan KTP elektronik buat Orang Asing waktu berlakunya sesuai dengan waktu laku Izin Tinggal Masih.

Kemendagri mengatakan kalau WNA yang mau mempunyai KTP elektronik mesti penuhi beberapa ketentuan. Satu diantaranya izin tinggal masih sesuai sama UU Administrasi serta Kependudukan (Adminduk).

Komisioner KPU Cianjur, Anggy Shopia Wadany, pihaknya bakal memberikan data itu ke tiap-tiap TPS tempat WNA berada. Hingga petugas disuruh untuk lebih selektif serta teliti dalam mengecek pemilih yang gunakan KTP.

“Yang pasti bakal kami tindaklanjuti serta minta petugas untuk teliti dan selektif sebab bedanya sangatlah jelas dari bahasa dan kewarganegaraan. Mereka tdk di ijinkan untuk pilih,” ujarnya.

Sesaat Sisi Penyidikan Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna, menuturkan pihaknya udah bekerjasama dengan Disdukcapil serta KPU Cianjur, sehubungan WNA yang mempunyai KTP-e itu serta tdk ada masalah.

Akan tetapi pihaknya menyarankan petugas tps untuk teliti serta menampik bila ada WNA yang ada ketika pencoblosan pada 14 April.

“Udah jelas ketidaksamaan WNA dimulai dari perawakan serta tata bahasanya. Hingga petugas tidak usah melayani mereka,” ujarnya.

About The Author

Related posts