Home / Berita Umum / Jam Kerja Menjadi Penyebab PSU 2 TPS Di Semarang Sepi Warga

Jam Kerja Menjadi Penyebab PSU 2 TPS Di Semarang Sepi Warga

Jam Kerja Menjadi Penyebab PSU 2 TPS Di Semarang Sepi Warga – Pungutan suara lagi (PSU) diadakan di enam tempat pungutan suara (TPS) di Kota Semarang, Sabtu (27/4). Tingkat keikutsertaan orang mengalami penurunan dengan beragam faktor salah satunya lantaran jam kerja.

Dari pengamatan di sejumlah TPS, tampak area tampak lenggang. Ketertarikan masyarakat tak tampak sejumlah disaat pencoblosan pertama pada 17 April 2019.

“Hingga sampai sekarang ini saja dikit, satu TPS 7 di Kelurahan Kedungmundu saja, banyaknya pemilih tidak pas banyaknya DPT 247,” kata Komisioner KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, Sabtu (27/4).

Menurut dia, tingkat ketertarikan masyarakat kurang disebabkan telah ada sejumlah ada yg kembali lagi tempat asal semasing.

“Jelas beda, kalaupun coblosan pertama itu hari libur, jadi satu keharusan masyarakat buat mendatangi TPS. Hari ini sabtu, ada kabar telah kembali lagi hunian semasing, mirip contoh masyarakat ada ber-KTP di sini namun tempat tinggalnya tak di sini,” paparnya.

Kota Semarang mengadakan PSU di 6 TPS salah satunya TPS 11 Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, TPS 7 Kelurahan Kedungmundu, TPS 50 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, TPS 38 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, serta TPS 75 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, serta TPS 20 Kelurahan Sampangan. Perulangan itu dijalankan gara-gara kekeliruan yg sama ialah pemilih yg cuma bermodal e-KTP mencoblos bukan di daerah sesuai dengan e-KTP.

“Namun dari 4.548 TPS di Kota Semarang, 6 yg PSU itu dikit. Enam TPS itu kesalahannya sama yaitu ada orang luar provinsi menentukan di TPS kurang lebih tiada gunakan kartu A5, namun cuma gunakan KTP saja. Kan itu tak sama dengan alamatnya, TPS nya dimana mesti sesuai dengan KTP,” tutup Ahmad Zaini.

About penulis