Select your Top Menu from wp menus

Kota Cirebon Dilanda Kedinginan

Kota Cirebon Dilanda Kedinginan – Daerah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka serta Kuningan (Ciayumajakuning) berasa lebih dingin dibandingkan umumnya. Keadaan pergantian cuaca ini terjadi semenjak beberapa waktu terkahir.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Jatiwangi Majalengka Ahmad Faa Iziyn menjelaskan cuaca dingin memang tetap berlangsung waktu musim kemarau. Keadaan demikian disebabkan sebab awan yang minim, bahkan juga tidak ada benar-benar.

“Waktu musim kemarau tutupan awan dikit atau dapat disebutkan tidak ada, hingga bumi ini jadi seperti tidak berselimut. Saat tidak berselimut, panas yang diserap pada siang hari akan gampang dilepaskan saat malam hari, hingga malam hari sampai pagi hari berasa dingin dari keadaan umumnya,” kata Faa Iziyn , Selasa (16/7/2019).

Selanjutnya, Faa Iziyn mengatakan suhu minimal di Ciayumajakuning, terhitung lokasi Lapangan terbang Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dapat sampai 20 derajat celsius. “Dari pengamatan kami sepanjang empat hari paling akhir, suhu udara minimun pada pagi hari sekitar 20 sampai 22 celsius,” tuturnya.

BMKG meramalkan cuaca dingin itu berlangsung sampai September akan datang. Tidak hanya cuaca dingin, daerah Ciayumajakuning dirundung angin kencang.

Faa Iziyn menerangkan angin kencang diimbangi cuaca dingin itu berlangsung sebab terdapatnya hembusan massa udara yang datang dari benua Asurtralia ke arah Asia.

“Hembusan massa udara itu melalui daerah Indonesia, terhitung daerah Ciayumajakuning. Saluran massa udara ini berbentuk basah, sebab disana (Australia) sedang musim dingin hingga daerah kita jadi berasa dingin,” katanya.

Menurut Faa Iziyn, angin kencang berlangsung sebab desakan udara yang tinggi dari daratan Australia selanjutnya di dukung oleh unsur lokal terdapatnya Gunung Ciremai, hingga menyebabkan angin kumbang.

“Kecepatan angin jadi bertambah di daerah Ciayumajakuning. Kecepatan angin biasanya dari arah tenggara sampai selatan maksimalnya sampai 48 km. /jam, bahkan juga dapat punya potensi sampai 56 km. /jam,” kata Faa Iziyn.

Faksinya menyarankan supaya warga lebih siaga dengan keadaan cuaca waktu kni. “Ya berhati-hati, sebab efek yang bisa diakibatkan seperti pohon roboh dan penambahan tinggi gelombang sampai kira-kira 1,5 mtr. di Perairan Utara Cirebon serta Indramayu,” tuturnya.

About The Author

Related posts