Select your Top Menu from wp menus

Masjid Al Abror Memperbolehkan Peserta 22 Mei Buat Bermalam

Masjid Al Abror Memperbolehkan Peserta 22 Mei Buat Bermalam – Sejumlah 27 masjid dimaksud bisa jadi tempat persinggahan perbuatan kedaulatan rakyat pada 22 Mei 2019 kelak. Beberapa masjid bahkan juga memperbolehkan peserta buat bermalam dalam rencana mengunjungi perbuatan demo di muka Komisi Penentuan Umum (KPU) .

Masjid Al Falah Benhil, Masjid Baitul Karim Kebon Kacang, serta Masjid Al Abror Pejompongan pada 27 masjid itu mengakui memperbolehkan peserta buat bermalam. Walaupun, Pengurus Lokasi Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta melarang masjid menyimpan penduduk bermalam.

Ke-tiga masjid diatas beralasan belum dapatkan surat dari PWNU buat melarang peserta 22 Mei buat bermalam.

” Belumlah ada surat edaran, ” kata Sekretaris Yayasan Masjid Al Falah Benhil Nasir, terhadap CNNIndonesia. com, Minggu (19/5) .

Seterusnya dia mengemukakan Masjid Al Falah senantiasa terima tamu buat aktivitas apa pun. Buat perbuatan demo 22 Mei, dia menyebutkan peserta akan tiba ke Masjid Al Falah pada Senin pagi hari.

” Memang dari mula aktivitas apa pun kita itu kan sesungguhnya penerima tamu saja, musafir baik mereka pengin bertamu kami bakal layani, ” tambah Nasir.

” Ada sekian banyak yang kontak hingga sini (Masjid Al Falah) itu Senin pagi hari, namun belom tahu pastinya waktu berapakah massa akan tiba, ” ujarnya.

Dia memaparkan kalau peserta mendatang ke Masjid Al Falah berasal di luar Jakarta, seperti Medan, Ciamis, serta Bandung.

” Benar (peserta ada di luar Jakarta) , lantaran memang mereka kan diperlukan tempat buat transit sekadar buang air dan seterusnya, ” ujar Nasir.

Pengurus Masjid Baitul Karim Kebon Kacang Deni pun mengakui bakal memperbolehkan peserta 22 Mei buat datang serta bermalam. Dikarenakan, faksinya hingga sekarang belum dapatkan kabar perihal larangan PWNU.

” Jika hingga sekarang, hingga detik ini belumlah ada surat larangan dari PWNU baik PWNU yg berada pada Jakarta maupun PWNU pusat hingga saat ini belom ada, ” jelas Deni.

Yg pastinya, Deni menyatakan masjid disajikan buat rumah orang yg beragama Islam.

” Lantaran memang masjid ini disajikan buat tempat tinggalnya orang yg beriman orang yg muslim, ” pungkasnya.

Tetapi, faksi Masjid Baitul Karim hingga sekarang belum memperoleh kabar dari peserta mendatang. Pengurus janji bakal membukukan disaat peserta hingga ke masjidnya.

” Jadi mereka itu ada saja demikian. Jadi, gak ada informasi dari tempat mana, namun kelak bakal kami data seusai mereka ada, ” kata Deni.

Masjid Al Abror Pejompongan pun tetap memperbolehkan peserta 22 Mei buat bermalam. Akan tetapi, mereka pun belum memperoleh kabar dari peserta mendatang ke Masjid Al Abror.

” Jika saya saudara muslim, terus saya terima, ” kata Pengurus Masjid Al Abror Pejompongan Zainul.

Disamping itu, Masjid Baitul Huda Kebon Kacang miliki pandangan tidak sama. Pengurus mengemukakan izin buat bermalam untuk banyak peserta 22 Mei tetap akan dimusyawarahkan. Tetapi, faksinya terus memperbolehkan peserta 22 Mei ada buat ibadah.

” Bila buat bermalam kelak mungkin kami bakal musyawarah sama ketua masjid. Jika mereka ada buat mengerjakan salat ya gak bisa kami larang, ” kata Wakil Ketua Masjid Baitul Huda Muaz.

Berkenaan larangan bermalam di masjid dari PWNU, pengurus Masjid Baitul Huda mengakui belum terima surat dari PWNU serta kabar peserta 22 Mei mendatang ke masjidnya.

Awal mulanya, semuanya takmir masjid yg ada dibawah naungan Pengurus Lokasi Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dilarang menyimpan penduduk yg mau bermalam dalam rencana mengunjungi perbuatan demo di muka KPU pada 22 Mei 2019.

Perintah itu diluncurkan Instansi Takmir Masjid (LTM) PWNU DKI Jakarta. Surat perintah itu bernomor 070/A/LTM/-NU/V/2019 yg muncul pada Jumat tempo hari (17/5) . Surat diberi tanda tangan Ketua LTM PWNU DKI Jakarta Husni Muhsin serta Sekretaris Ahmad Yani.

About The Author

Related posts