Select your Top Menu from wp menus

Polisi Tangkap Sopir Truk yang Selundupkan 280 Kg Daging Penyu ke Bali

Polisi Tangkap Sopir Truk yang Selundupkan 280 Kg Daging Penyu ke Bali – Penyelundupan delapan boks daging penyu arah Bali sukses dihentikan petugas kombinasi dari BKSDA ataupun kepolisian. Daging penyu itu diselundupkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Bali lewat Pelabuhan Padangbai.

Pengungkapan penyelundupan itu dijalankan di Pos 2 Pelabuhan Laut Padangbai, Sabtu (6/4) waktu 16. 00 Wita. Waktu itu, sopir truk berpelat DK 8665 J mengatakan mengusung ikan kerapu.

” Selesai dikontrol petugas Karantina Ikan, nyatanya ada barang tanpa ada dokumen sekitar 8 boks (280 kg) dikemas dalam styrofoam yang diduga daging penyu, sesudah itu dikoordinasikan ke KSDA Padangbai, ” kata Kepala Balai KSDA Bali Budhy Kurniawan sewaktu diminta konfirmasi, Senin (8/4/2019) .

Selesai diidentifikasi, diyakinkan daging itu daging penyu. Sopir mobil truk itu, Kornellis Kalli (30) pria asal Homonggo lele, Sumba, NTT juga diamankan.

” Berdasarkan info pemeran kalau barang itu dimuat dari pelabuhan penyeberangan Sape, Bima di hari Rabu (3/4) kurang lebih waktu 22. 00 Wita. Mengangkat muatan ikan dengan arah Mataram sekitar 60 boks, serta dengan arah Padanggalak (Denpasar) sekitar 31 box. Truk itu disewa di harga Rp 2, 5 juta serta pemeran tidak memahami ada daging penyu dalam box itu, ” urainya.

Budhy mengemukakan pihaknya bersama-sama petugas Karantina Ikan menyerahkan masalah ini ke Polsek Lokasi Laut Padangbai. Budhy menyebutkan penyelundupan daging penyu ini paling akhir diketemukan pada dua tahun yang lampau.

” Jadi kalaupun kecondongan bertambah alami penurunan, namun tetap ada. Yang pastinya dua tahun paling akhir belumlah ada, ” terangnya.

Ke depan, Budhy pastikan pihaknya akan bersinergi dengan beberapa pihak berkenaan. Ia mengaku penggagalan penyelundupan barang dilindungi perlu kerja sama semua pihak.

” Jadi pertama keterkaitan peredaran tumbuhan atau satwa liar termasuk juga beberapa bagian, tidak pekerjaan dengan cara insitu, pengelola UPT mesti lintas. Sebab ini lintas lokasi hulu serta hilir, mesti bekerja sama-sama, hulu mesti pemasyarakatan termasuk juga hilirnya pun perlakuan hukum. Ke depan kita bakal sinergitas serta sinkronisasi lintas bagian, ” kata Budhy.

About The Author

Related posts