Home / Berita Umum / Sebarkan Video Hoaks Emak-emak Labrak KPU Jombang, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebarkan Video Hoaks Emak-emak Labrak KPU Jombang, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebarkan Video Hoaks Emak-emak Labrak KPU Jombang, Pria Ini Ditangkap Polisi – Aktor penebar video hoax emak-emak menggeruduk gudang KPU Jombang sukses dibekuk. Aktor nyatanya masyarakat Garut, Jawa barat.

Penebar video hoax itu yaitu Rukman (30) , masyarakat Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. Kapolres Jombang AKBP Fadli Widianto menuturkan, Rukman dibekuk dalam rumah mertuanya, Kampung Neglasari, Desa Cibiuk Kaler, Sabtu (27/4) lebih kurang waktu 12. 00 WIB.

” Penangkapan ini Resmob Polres Jombang kerja sama dengan Resmob Polres Garut serta Unit Reskrim Polsek Cibiuk, ” kata Fadli, Minggu (28/4/2019) .

Tidak cuman membekuk aktor, polisi mengambil alih beberapa tanda bukti. Di antaranya telephone seluler pandai punya aktor dengan brand Sony Xperia warna hitam, nomer telephone seluler, account youtube aktor Tv Explore News dengan e-mail [email protected] com, dan dosbook telephone seluler itu.

” Dengan account youtube itu aktor mengupload atau sebarkan video hoax terkait pendapat nakal emak-emak labrak KPU Jombang Ja-tim, ” kata Fadli.

Buat menanggung tingkah lakunya, Rukman langsung dibawa polisi dari Garut ke Polres Jombang. Ia dijaring dengan Masalah 45A ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 terkait pergantian atas UU RI No 11 tahun 2008 terkait Info serta Transaksi Elektronik. Hukuman penjara maksimum 6 tahun udah menantinya.

Video hoax yg diupload Rukman memakai account youtube Tv Explore News pada 19 April lalu membuat ramai masyarakat net di Jombang. Video dengan waktu 3 menit itu berjudul ‘Indikasi Nakal Emak-emak Labrak Gudang KPU di Jombang Jatim’.

Dalam rekaman video amatir ini nampak beberapa emak-emak mendatangi satu tempat. Mereka menyentak seseorang anggota polisi. Ada tumpukan kotak suara pada tempat ini.

Insert tulisan dalam video ini menuturkan surat suara dipindahkan ke gudang yg bukan buat menaruh surat suara. Meski sebenarnya, harusnya surat suara dibawa ke kecamatan buat dihitung. Massa memohon masuk ke lantai atas buat melihat peluang terdapatnya surat suara pada tempat itu.

Sesudah kerjakan pengumpulan bukti-bukti, Polres Jombang pastikan video itu hoax. Masalahnya di Kota Santri tidak sempat berlangsung kejadian seperti yg disiarkan dalam video itu. Area pemungutan video diyakinkan bukan di gudang KPU Jombang.

About penulis