Select your Top Menu from wp menus

Sikap Golput Tidak Memiliki Perspektif Yang Jelas

Sikap Golput Tidak Memiliki Perspektif Yang Jelas  – Analis Politik Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsuddin Haris melihat Golput (Group Putih) tidak miliki hak protes ketetapan calon yang dipilih sehabis Pemilu. Hal demikian lantaran Golput tidak memanfaatkan hak suaranya untuk memastikan nasib bangsa.

Hal demikian disebutkan Syamsuddin dalam dalam diskusi bertopik ‘Legitimasi Pemilu serta Penambahan Kontribusi Pemilu’ di Hotel Mercure, Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).

“Kawan-kawan yang Golput, sebenarnya tdk miliki hak untuk menuntut atau ikut juga mengambil sisi dalam kehidupan politik 5 tahun sehabis Pemilu. Jadi tdk miliki hak tdk miliki hak menuntut mengapa ini, mengapa demikian? Lantaran ia tdk mengambil sisi di dalamnya,” ujarnya.

Menurut dia, mengkritik hal itu khusus. Ia tidak ingin banyak Golput di dalam jalan tak diduga menuntut ketetapan publik yang tidak adil.

“Mengapa pembangunan ekonomi meleset? tidak miliki hak oleh karena itu lantaran ia tdk turut akan memutuskan. Siapa yang mendapat mandat atau mewakilinya dalam 5 tahun seterusnya,” ujarnya.

Buat Syamsuddin, tidaklah ada alasan atau fakta cukuplah objektif untuk Golput dalam skema demokrasi. Ia menceritakan, kalau Golput muncul pada tahun 1970 untuk menyambut Pemilu 1971. Golput, katanya, punya tujuan untuk menampik ketetapan rezim otoriter Presiden RI ke-2 Soeharto yang memobilisasi, mengintimidasi, serta condong tutup kesempatan timbulnya kemampuan oposisi.

“Pertanyaannya apa kehidupan politik kita sekarang ini tutup kesempatan buat oposisi? Tutup kesempatan buat ketidaksamaan? Adakah intimidasi mobilisasi dalam pilih? Saya dapat ungkapkan tdk ada, hingga tdk ada fakta yang cukuplah untuk Golput,” bebernya.

“Ditambah lagi semisalnya kekecewaan pada capres itu ikut meski resmi tdk masuk akal. Si A tdk bagus, si B katakanlah waktu tdk juga bagus. Harusnya satu diantaranya ada yang semakin bagus meski kedua-duanya tdk bagus. Jadi ada kesempatan untuk turut mengambil sisi agar kita miliki hak menuntut kelak sewaktu pemerintah 5 tahun terjadi,” sambungnya.

Menurut dia, sikap Golput tdk miliki perspektif yang pasti karena tidak miliki arah kedepan. Hak politik Golput, katanya, ikut punya harapan disalahgunakan oleh beberapa pihak tidak bertanggung-jawab bila tidak memanfaatkan suaranya.

“Sehabis golput lantas apa? Ini khusus agar apa? Agar tiap-tiap pilihan politik kita itu ada targetnya, ada arahnya,” kata Syamsuddin.

About The Author

Related posts