Select your Top Menu from wp menus

Tersedianya Pedagang Dadakan Jelas Akan Halangi Pemasukan

Tersedianya Pedagang Dadakan Jelas Akan Halangi Pemasukan – Pedagang di rest ruang sisa Pabrik Gula Banjaratma di Km. (KM) 260 Tol Pejagan-Pemalang cemas dengan masuknya pedagang tiban di luar di ruang itu. Beberapa pemeran Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) itu terasa kehadiran mereka dapat kurangi pemasukan mereka waktu arus mudik serta balik lebaran.

Beberapa pedagang ini bahkan juga pernah mengeruduk kantor pengelola rest ruang untuk tidak setuju ramainya tenda pedagang dadakan ini. Pertimbangannya, mereka dirikan tenda-tenda di halaman rest ruang bukan di seperti pemeran UMKM lain.

Menurut mereka, kehadiran pedagang dadakan itu dapat meneror pemasukan mereka waktu arus mudik serta balik lebaran. Ditambah lagi, yang dirikan tenda dadakan itu adalah beberapa produsen makanan, seperti produk mie instant serta makanan cepat saji.

“Kami tak ingin ketahui. Tersedianya pedagang dadakan ini jelas akan halangi pemasukan kami. Meskipun sebenarnya kesempatan baik Lebaran berubah menjadi asa besar pemeran UMKM agar dapat nikmati untung,” tandas Aji (45), salah seseorang pemeran UMKM, Rabu (29/5/2019) sore.

Ia mengatakan, datangnya pedagang tenda dadakan yang tidak lain merupakan beberapa pebisnis besar. Ditambah lagi urutan tenda yang mereka ada di ruang parkir, sampai-sampai akan halangi konsumen masuk ke bangunan penting rest ruang.

“Kalaupun mirip ini, lalu kapan kami dapat nikmati untung waktu musim mudik serta balik. Meskipun sebenarnya itu berubah menjadi salah satu kami berharap waktu musim Lebaran,” tegas Aji.

Moment lebaran terlebih waktu arus mudik serta balik merupakan waktu dimana pemeran UMKM dapat nikmati untung yang pantas. Karenanya semenjak beberapa pedagang mulai berjualan pada awal bulan yang lalu sampai saat ini, banyaknya konsumen yang singgah masih tetap dikit. Dapat di sebut, pemeran UMKM ini sekalipun tidak nikmati untung.

“Saat ini saja telah banyak pemeran umum yang angkat kaki dari sini sebab tidak untung. Kalaupun kami sekarang ini diperlakukan mirip ini, jelas kami juga gulung tikar. Meskipun sebenarnya kehadiran awal rest ruang ini 70 persenya didistribusikan untuk pemeran UMKM di Brebes serta Tegal,” bebernya.

Pada saat yang sama, Nurhayati (42) pedagang makanan dari ikan mengharap, pengelola dapat melangkah supaya tenda pedagang dadakan di ruang parkir ditiadakan serta ditarik masuk ke bangunan penting. Sampai-sampai mereka juga beradu sehat dengan pemeran UMKM lain.

“Silahkan berjualan di sini, namun jangan sampai membuka di dekat tempat parkir. Ini akan merintangi kami yang berjualan di. Silahkan beradu dengan sehat di,” tandas Nurhayati.

Pendamping UMKM dari Dinas Koperasi serta UKM Propinsi Jawa Tengah, Daniel Afrianto akui udah berusah kerjakan perantaraan berkaitan kekecewaan pedagang itu. Tapi belum mendapatkan respon serius dari pengelola.

“Memang kami udah kerjakan perantaraan dengan pengelola rest ruang. Tapi belumlah ada respon. Mungkin belumlah ada waktu,” tutur Daniel Afrianto.

About The Author

Related posts